Kejar Peringkat 40 EODB, Jokowi Minta Perhatian Bagi 6 Komponen Ini

 JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk memperbaiki enam komponen kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EODB).

Komponen yang menjadi fokus tersebut saat ini karena masih berada pada peringkat di atas 100. Selain itu ada pula peringkat yang justru merosot.

"Saya ingin menekankan beberapa hal pertama fokus memperbaiki indikator yang masih berada di posisi di atas 100 dan indikator yang justru naik peringkat," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Rabu (12/2).

Empat komponen yang saat ini masih berada di atas peringkat 100 antara lain komponen memulai berusaha yang berada di peringkat 140, izin konstruksi posisi 110, pendaftaran properti pada posisi 106, dan perdagangan lintas batas pada posisi 116.

Selain itu, ada dua komponen yang justru mengalami kemerosotan. Antara lain komponen akses pinjaman dari peringkat 44 merosot ke peringkat 48 dan komponen mengembalikan kebangkrutan merosot dari peringkat 36 ke 38.

Masalah prosedur dan waktu pendaftaran usaha masih menjadi masalah utama. Jokowi minta para menterinya berkaca pada negara lain."Masalah utama yang harus kita benahi adalah prosedur dan waktu yang harus disederhanakan," terang Jokowi.

Ia membandingkan masalah perizinan berusaha Indonesia dengan China. Untuk memulai usaha di Indonesia harus menjalani 11 prosedur dengan waktu 13 hari.

Memulai usaha di China memerlukan waktu yang lebih cepat dengan prosedur lebih sedikit. Jokowi bilang memulai usaha di China hanya melalui 4 prosedur dengan waktu 9 hari.

Perbaikan digenjot untuk meningkatkan peringkat EODB Indonesia. Jokowi menargetkan peringkat EODB Indonesia naik ke peringkat 40 dari saat ini di peringkat 73.

 

Sumber: kontan

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

12 February 2020 11:30WIB

Kategori

News