Imbas Jiwasraya, OJK Bakal Batasi Pemasaran Bancassurance

JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membatasi produk asuransi yang dipasarkan oleh perbankan alias bancassurance. Sengkarut kasus PT Asuransi Jiwasraya jadi pemicunya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso bilang, utamanya OJK bakal membatasi produk bancassurance yang kategorinya Investasi. "Banyak bank yang juga memasarkan produk-produk asuransi. Proteksi boleh, tapi untuk Investasi mesti diluruskan boleh atau tidak. Kita akan akan atur ini nanti," katanya, Rabu (26/2).

Berkaca dari kasus Jiwasraya, Wimboh bilang ada celah yang bisa dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Alasannya industri keuangan non bank memang tak diatur seketat perbankan.

Asal tahu, kasus Jiwasraya berasal dari kegagalannya membayar polis Jiwasraya Saving Plan, produk investasi yang menawarkan imbal hasil hingga 13%. Setelah ditelusuri, nyatanya polis JS Plan yang mencapai Rp 12,4 triliun dikelola serampangan oleh manajer investasinya.

"Tidak akan ada reksa dana yang memberikan fixed return, karena harganya, underlying-nya pasti volatil. Underlying yang fixed return pun harganya pasti fluktuatif," sambungnya.

Sumber: kontan

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

26 February 2020 13:15WIB

Kategori

News