BI Proyeksikan Penjualan Ritel Di Januari 2020 Turun 3,1%

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa penjualan riil di Januari 2020 akan mengalami penurunan. Indeks Penjualan Riil (IPR)  pada Januari 2020 diproyeksikan akan turun 3,1% year on year (yoy) atau sebesar 211,3 atau terkoreksi lebih dalam dari kontraksi pada bulan Desember lalu.

"Karena sejalan dengan pola musiman, kembali normalnya pola konsumsi masyarakat pasca perayaan Natal dan Tahun Baru," tulis BI dalam keterangan resminya terkait SPE, Selasa (11/2).

Penurunan penjualan eceran pada bulan Januari tersebut bersumber dari kontraksi penjualan yang terjadi di beberapa kelompok komoditas seperti Sandang yang diperkirakan akan terkontraksi 19,6% yoy atau menurun dari bulan sebelumnya yang masih bisa tumbuh 0,7% yoy.

Selain itu, ada juga faktor dari penurunan kelompok komoditas makanan, minuman, dan tembakau yang diprediksi akan terkontraksi 1,4% yoy atau turun dari bulan sebelumnya yang berhasil tumbuh 0,9% yoy.

Sementara bila dilihat secara regional, penurunan penjualan eceran juga masih akan terlihat di kota Medan yang diperkirakan akan turun 7,8% yoy dan Denpasar yang akan turun 4,9% yoy.

Sementara itu, BI merilis penjualan eceran pada Desember 2019 terkontraksi. Ini terlihat dari IPR dari hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) yang sebesar 235,1 atau terkontraksi 0,5% yoy. Padahal, di bulan sebelumnya, IPR masih tetap tumbuh sebesar 1,3% yoy.

Penurunan penjualan eceran terutama disebabkan oleh kontraksi penjualan yang terjadi pada beberapa kelompok seperti Barang Budaya dan rekreasi yang terkontraksi 19,6% yoy dan kelompok peralatan, Informasi dan komunikasi yang terkontraksi 7,0% yoy.

Meski begitu, masih ada sejumlah kelompok komoditas yang mencatat pertumbuhan penjualan positif, seperti kelompok Suku Cadang dan Aksesori yang tumbuh 15,7% yoy dan kelompok Perlengkapan Rumah Tangga yang tumbuh 4,9% yoy.

Perlambatan penjualan eceran pada bulan terakhir tahun 2019 tersebut juga disebabkan oleh penurunan penjualan yang terjadi di sejumlah kota yang disurvei, seperti Medan yang terkoreksi 9,6% yoy dan Denpasar yang terkoreksi 5,0% yoy.

Sumber: kontan

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

11 February 2020 12:30WIB

Kategori

News