Ansoruna Business School Lahirkan Investor Baru Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah Temanggung

Temanggung. Ansoruna Business School kembali mewujudkan komitmennya dalam mengantarkan kader agar berdaya dan mandiri secara finansial. Salah satu upaya yang kembali dilakukan adalah memberikan literasi produk investasi keuangan dan mendorong lahirnya investor di pasar modal syariah dari kalangan warga nahdliyin.

Acara yang berlangsung pada 5 Oktober 2019 di Gedung NU Temanggung ini bekerjasama dengan PC GP Ansor Temanggung. Sebanyak 118 peserta hadir dalam acara tersebut.  Ketua PC GP Ansor Temanggung, Syukron Wahid menjelaskan bahwa peserta tidak hanya berasal dari kader GP Ansor, tetapi juga para mahasiswa, pengusaha, perwakilan banom NU, dan warga nahdliyin.

"Kita berharap, acara ini dapat bermanfaat bagi penguatan ekonomi warga NU di Temanggung," ungkapnya.

Ketua PCNU Temanggung, KH. Muhamad Furqon Masyhuri yang membuka acara tersebut mengungkapkan dalam sejarahnya NU memiliki salah satu pilar ekonomi melalui Nahdlatut Tujjar. Pilar inilah yang saat ini perlu diperkuat di kalangan warga NU.

"Tidak hanya unggul dalam iman dan keilmuan, tetapi juga kita harus kuat dalam sumber daya pendapatan (ekonomi). Oleh karena itu, GP Ansor memfasilitasi agar kita semua semakin kuat dan mandiri secara ekonomi," ujarnya.

Acara dimulai dengan Materi Pengantar Pasar Modal Syariah oleh Doddy Prasetya dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Doddy menekankan bahwa investasi sangat penting untuk masa depan. Masalahnya, literasi masyarakat terhadap investasi masih perlu ditingkatkan.

Dari dulu kita dapat doktrin untuk menabung. Sekarang tidak cukup. Zaman now perlu menabung dan berinvestasi,” ungkapnya.

Peserta juga diajak membuka Rekening Saham melalui Phintraco Sekuritas. Mereka dibimbing secara langsung oleh fasilitator dari Phintraco Sekuritas dari pengisian formulir pembukaan rekening hingga teknis transaksi. Setelah dipandu membuka rekening, peserta juga mendapatkan materi Analisis Teknikal dan Fundamental untuk dapat memahami saham yang tepat untuk dibeli dan kapan waktu yang tepat mereka bertransaksi jual beli saham.

Dalam sambutan penutup, Pendiri Ansoruna Business School, Mohammad Amin memotivasi para peserta untuk belajar menjadi investor pasar modal syariah. Mohammad Amin memotivasi peserta dengan menjelaskan tiga karakter manusia yang perlu dipahami kader GP Ansor.

"Pertama, orang yang tidak punya uang dan tidak punya waktu. Kedua, orang yang punya uang, tapi tidak punya waktu, seperti para pejabat. Ketiga, orang yang tidak punya uang tetapi punya banyak waktu alias pengangguran. Keempat, orang yang punya banyak uang dan punya banyak waktu. Siapakah dia? Merekalah para investor. Apalagi investor pasar modal syariah, sudah dijamin sesuai syariah," tuturnya.

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

14 October 2019 14:30WIB

Kategori

News