Inpres Kelapa Sawit Segera Terbit

Jakarta, Pemerintah bakal menerbitkan instruksi presiden (inpres) terkait dengan minyak kelapa sawit menyusul langkah Uni Eropa yang menunda implementasi larangan masuknya produk kelapa sawit dari Indonesia menjadi 2030.

Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan penerbitan inpres tersebut untuk meyakinkan para pelaku industri kelapa sawit dan masyarakat luar baik di dalam negeri maupun di luar negeri bahwa minyak kelapa sawit aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan.

“Persoalan lingkungan hidup tentunya menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia. Setelah kita gali menyangkut sawit, persoalan sebenarnya adalah persaingan usaha ancaman bagi produk mereka bunga matahari karena sawit ini ternyata turunannya banyak sekali,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/7).

Hingga saat ini, inpres tersebut diakuinya masih berada di meja Presiden Jokowi dan dalam waktu dekat segera diumumkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Pramono menyebutkan pemerintah sudah sangat responsif untuk mendekati negara-negara di Uni Eropa untuk bisa kembali mempertimbangkan larangan tersebut dengan langkah Presiden yang mengirimkan surat resmi ke parlemen Uni Eropa.

“Hal yang nampak dari hasil lobi dan surat Presiden kepada parlemen Uni Eropa kepada negara-negara utama di Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Belanda, dan Vatikan. Hasilnya yang dulunya mau diterapkan 2021 kemudian diundurkan jadi 2030,” ujarnya.

Walaupun diakuinya masih ada beberapa hal yang harus didiskusikan lebih lanjut, dia meyakini langkah lobi pemerintah bakal membuahkan hasil. Apalagi langkah ini juga didukung oleh negara-negara lain yang juga terkena dampak yang sama dari Uni Eropa.

 

Sumber: bisnis.com

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

17 July 2018 17:30WIB

Kategori

News