Spirit Ramadan Dan Dana Pensiun Syariah

Adagium yang wajib dipahami oleh siapapun yang bekerja adalah “pensiun itu pasti”. Tidak ada seorangpun yang dapat menghindar dari pensiun, baik karena sesuatu yang dapat diperkirakan (karena memasuki usia pensiun) maupun karena sesuatu yang datang tiba-tiba (karena sakit, kecelakaan, meninggal dunia, dan sebagainya). Padahal, tidak mesti kebutuhan hidup ikut berhenti setelah seseorang pensiun. Bahkan, apabila kebutuhan suami/isteri dan anak-anak ikut diperhitungkan, maka durasi kebutuhan hidup pasca seseorang pensiun akan lebih panjang.

Oleh karena pensiun itu pasti, maka seseorang harus mempersiapkannya dengan baik. Salah satu cara cerdas mempersiapkan masa pensiun adalah melalui menyisihkan sebagian penghasilan yang diterima saat masih aktif bekerja untuk keperluan mengikuti program pensiun syariah. Sehingga ketika sudah tiba saatnya tidak lagi bekerja, seseorang masih memiliki cukup bekal untuk membiayai kebutuhan hidupnya.

Melihat spirit dana pensiun syariah seperti ini, terlihat kalau program pensiun syariah sejalan dengan spirit Ramadan. Oleh karena itu, kehadiran dana pensiun syariah layak kita sambut dengan gembira dan suka cita, sebagaimana kita berbahagia karena masih diberi kesempatan bertemu dengan Ramadan tahun ini.

Spirit Ramadan

Secara lebih luas, spirit program pensiun syariah memiliki titik temu dengan spirit Ramadan dalam lima aspek penting. Pertama, spirit untuk mempersiapkan hari esok. Ramadan tidak hanya berbicara tentang hari ini saja. Ramadan adalah sarana, bukan terminal akhir. Ibadah di bulan Ramadan memiliki dimensi yang jauh lebih panjang dari perjalanan hidup seseorang di dunia. Melalui peningkatan kualitas ibadah di Bulan Ramadan, diharapkan dapat menjadi bekal bagi orang-orang mukmin dalam menjadi hidup setelah Bulan Ramadan usai, bahkan menjadi bekal hidup di akhirat kelak. Spirit ini sama dengan spirit dana pensiun syariah, di mana program pensiun syariah merupakan bekal untuk hidup di waktu yang akan datang, yaitu bekal bagi seseorang ketika sudah memasuki usia pensiun.

Kedua, spirit untuk menahan diri. Sesuai dengan kata ash shiyam yang bermakna menahan atau mengekang, puasa Ramadan mengajarkan untuk menahan diri. Tidak hanya menahan diri dari sesuatu yang tidak baik saja, namun juga menahan diri dari sesuatu yang halal dan menjadi haknya sampai saatnya berbuka puasa. Spirit menahan diri ini relevan dengan konsekwensi ketika seseorang menjadi peserta program pensiun syariah, di mana peserta harus menahan diri dari menghabiskan gaji/penghasilan yang diperolehnya, dan sekaligus menahan diri dari godaan instrumen investasi yang tidak diperkenankan. Dengan mengikuti program pensiun syariah, pilihan instrumen investasi yang diperbolehkan hanya pada instrumen investasi yang tidak melanggar prinsip syariah.

Ketiga, spirit untuk menjaga diri dari hal buruk. Puasa diperintahkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman agar dapat menjadi orang yang bertaqwa (Q.S Albaqarah;183). Di dalam Tafsir Al Mishbah (2012), Prof. Quraish Shihab menjelaskan bahwa maksud dari kalimat “agar kamu bertaqwa” adalah agar seseorang terhindar dari segala macam sanksi dan dampak buruk, baik duniawi maupun ukhrawi. Spirit ini sesuai dengan spirit dana pensiun syariah sebagai instrumen untuk menghindarkan diri dari kondisi yang buruk ketika sudah purna karya, sebagai akibat dari terhentinya penghasilan.

Melalui program pensiun syariah, seseorang akan tetap memiliki kesinambungan penghasilan sampai meninggal dunia, bahkan manfaat pensiun dapat dinikmati hingga istri/suami dan anak-anaknya berusia dewasa.  Dengan demikian, program pensiun syariah tidak hanya dapat menjadi sarana untuk menghindarkan diri dari dampak buruk bagi dirinya sendiri saja, namun juga bagi keluarganya.

Keempat, spirit untuk melakukan optimalisasi waktu utama (prime time). Keutamaan Bulan Ramadan dapat dilihat dari banyak aspek. Sebagai contoh, keutamaan terlihat dari diturunkannya ayat Al Qur’an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW pada malam tanggal 17 Ramadan. Keutamaan lain, di dalam bulan Ramadan terdapat malam lailatul qadar, malam yang sangat mulia, dan berbagai keutamaan lain. Oleh karena berbagai keutamaan yang melekat, pada Bulan Ramadan, umat manusia berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah. Terlebih lagi di malam lailatul qadar. Ini adalah waktu yang lebih utama dari waktu-waktu yang lain. Keutamaan Bulan Ramadan ini mengajarkan kepada umat manusia untuk dapat menggunakan waktu utamanya dengan baik. Selagi masih ada kesempatan untuk menjalaninya.

Dalam konteks siklus hidup seseorang, waktu utama bagi seseorang adalah pada saat memasuki usia produktif. Pada  fase ini, seseorang idealnya sudah cakap secara lahir dan batin, sudah mumpuni pengetahuannya, sudah memiliki skill yang memadai dan sudah berpenghasilan.

Oleh karena itu, pada fase ini seseorang harus melakukan optimalisasi waktu dengan bekerja sebaik-baiknya, mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk hidup mandiri, dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk hari depan. Dalam konteks ini spirit dana pensiun syariah bersesuaian dengan spirit Ramadan.

Kelima, spirit untuk memanfaatkan insentif khusus. Pada bulan Ramadan, begitu banyak insentif yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat manusia. Baik insentif berupa multiple reward terhadap amal baik yang dilakukan umat manusia, limpahan rahmat, ampunan dan pembebasan dari siksa neraka, tambahan jenis ibadah khusus yang hanya ada pada Bulan Ramadan, dan lain sebagainya.

Dalam konteks insentif, dana pensiun syariah mendapatkan insentif yang tidak diberikan kepada sektor jasa keuangan lainnya. Misalnya insentif pajak bagi dana pensiun syariah berupa pengecualian dari objek pajak penghasilan (PPh) atas penghasilan tertentu yang bersumber dari imbalan atas deposito syariah, sukuk dan surat berharga syariah negara (SBSN) dan dividen dari saham syariah yang tercatat di bursa. Dengan insentif itu, peserta program pensiun syariah akan menikmati nominal imbal hasil yang lebih besar.

Kesamaan spirit ini memperlihatkan bahwa nature dari program pensiun syariah sejalan dengan ajaran agama Islam. Oleh karena itu, sejalan dengan momentum Ramadan untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT, semoga minat dan keikutsertaan masyarakat terhadap program pensiun syariah juga semakin meningkat.

Mohammad Amin, Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Bidang Pendidikan dan Tenaga Kerja

.

Postingan Terkait

.

Komentar

Detail Post

Tanggal Publish

22 May 2018 23:45WIB

Kategori

Opini